Tag

Fenomena bahwa lembaga bimbingan belajar saat ini begitu banyak dan begitu banyak pula tawaran program yang diberikan.

Kondisi Sekolah

Sementara sekolah sering terpaku pada rutinitas dan aktivitas harian yang cenderung administratif dan birokratis, sehingga kurang berani melahirkan inovasi-inovasi baru dalam dunia pendidikan. Berapa banyak tips-tips atau teori-teori baru yang dihasilkan oleh sekian banyak guru kita. Rasanya masih belum banyak, juga  bila melihat buku-buku atau jurnal pendidikan yang merupakan hasil tulisan dari para guru kita juga belum banyak yang dapat kita nikmati. Memang kondisi ini tidak sepenuh- kalau harus mnyalahkan- salah guru. Sistem pendidikan kita barngkali belum sepenuhnya dapat memberikan guru untuk berkreasi sedemikian rupa dengan profesinya.

Lembaga Bimbingan Belajar

Sedangkan lembaga bimbingan belajar karena harus bersaing dengan lembaga bimbingan sejenisnya maka mau tidak mau ia harus inovatif. Sebagai sebuah lembaga profit maka lembaga bimbingan belajar harus banyak kreasi agar diminati oleh siswa-siswinya. Berbeda dengan sekolah yang biaya operasionalnya banyak disuplai oleh negara untu sekolah negri atau dari iuran wali murid untuk sekolah swasta. Lembaga bimbingan belajar untuk membiayai operasionalnya harus pandai memasarkan lembaganya sehingga layak jual. Kalau tidak maka lembaga itu akan mati.

Sebenarnya saya tidak ingin memfokuskan pada kelebihan atau kekurangan dari dua lembaga tadi atau tidak ingin membuat perbandingan mengenai karakteristik keduanya. Hanya saja saya melihat bagaimana antusisme siswa-siswi terutama di kota-kota untuk mengikuti belajar tambahan baik lewat lembaga bimbingan belajar atau les private baik oleh gurunya atau lewat guru lembaga bimbingan belajar. Kadang saya bertanya ada apakah dengan sekolah kita, dengan guru kita ? Bahkan guru LBB itupun banyak pula yang merupakan guru sekolah. Tidak cukupkah anak-anak belajar di sekolah ?, haruskan mereka untuk menjadi cerdas membutuhkan belajar tambahan lewat les atau LBB. Tidak cukupkah dengan sekolah yang ada? Kalau demikian adanya, maka  bagaimana sebenarnya peran sekolah dalam mencerdaskan anak bangsa? Ataukah siswa-siswi kita tidak percaya diri dengan sekolah ataukah ada kepentingan yang berbeda antara sekolah dengan LBB. Ataukah sekolah kita hanya memberikan formalitas ? atau sekedar mengajarkan permulaan ilmu yang harus diperdalam di LBB? Ataukah sekedar untuk memasuki jenjang PT dari SMA, masuk SMA dari SLTP atau lulus ujian nasional dan semester ?

Kalau sekolah hanya berfungsi formalitas, bisa jadi tidak perlu sekolah cukup mencatatkan diri di sekolah, kemudian hanya pada waktu ujian ia mengikutinya selebihnya dapat ia pergunakan untuk belajar apapun dari kehidupan ini, termasuk bekerja atau belajar skill hidup yang tidak pernah diajarkan di sekolah.

Bahkan bagaimana jadinya bila sekolah kita (utamanya) hanya menargetkan lulus UN ? tetapi kurang atau tidak mengisinya dengan karakteristik pelajar sebagai pencari ilmu yang terus didorong untuk memiliki rasa ingin tahu atau mendorong agar mampu bertanggung jawab terhadap kehidupan masa depannya yang lebih baik.

 

 

Iklan