Tag

Oleh : Usman Wakimin

Kepala sekolah sebuah lembaga pendidikan merupakan ujung tombak dari perubahan, tidak sedikit dinas pendidikan ataupun sebuah Yayasan selalu mengambil kebijakan untuk mengganti kepala sekolah jika melihat mutu pendidikan sekolah tersebut mengalami stagnan. Kebijakan ini memang tidak salah akan tetapi sangat di sayangkan tidak sedikit Yayasan Pendidikan Islam dalam menentukan top management di tingkat sekolah sering berbuat gegabah tanpa adanya perhitungan yang cermat dan matang, memilih kepala sekolah dipakai untuk try and eror, tentu tidak semuanya demikian, masih cukup banyak lembaga-lembaga pendidikan yang sudah berorientasi pada mutu sekolah dan kepuasan pelanggan sangat memperhatikan betul dalam menentukan kepala sekolah.

Terlepas dari sikap terpaksa ataupun tidak terpaksa menjadi kepala sekolah karena kelemahan kekurangan SDM di lembaga pendidikan Islam tersebut, maka seharusnya selaku pemimpin tidak berdiam diri dengan tidak mau berusaha untuk mengupgrad diri agar sesuai dengan kompetensi serta kapasitas yang harus dimiliki untuk mengemban amanah kepala sekolah. Sikap banyak mengeluh akan semakin menurunkan kekuatan spiritual kita sehingga menjadi lemah dalam menghadapi tantangan dan persaingan masa depan sekolah.

Rosulullah dan para sahabat telah membangun Islam dengan visi yang sangat jelas sehingga terbukti atas izin Allah kemenangan demi kemenangan dapat diraihnya. Apa yang ada dalam pikiran kita sebagai kepala sekolah sesungguhnya itulah yang akan kita raih kedepan, maka sungguh akan merugi manakala kita sudah dipercaya untuk menjadi kepala sekolah justru kepercayaan itu kita sia-siakan. Waktu terus berlari meninggalkan kita dan tidak pernah kembali, sementara kita masih termenung dan termenung tanpa bisa berbuat apa-apa.

Untuk membuat perubahan dalam mengelola pendidikan menurut Geoff Colvin (2008) setidaknya ada 13 langkah yang perlu menjadi perhatian kita sebagai kepala sekolah :

1. Menjaga standar mutu, fungsi seorang kepala sekolah adalah sebagai penjaga pintu maksudnya kepala sekolah bertugas untuk membuat, mengelola dan menjaga standar mutu sekolah. Fungsi ini harus dapat dilaksanakan dengan baik, jika tidak maka standar yang sudah ditetapkan sekolah tidak akan pernah bisa langgeng. Sekolah akan terombang-ambing dengan pengaruh dan trend keunggulan-keunggulan sekolah lain sehingga tidak memiliki jati diri. Kepala sekolah harus menjaga seluruh program sekolah agar bisa terlaksana dengan baik, baik dibidang SDM, kesiswaan ataupun kurikulum harus dapat diukur ketercapaiannya dari seluruh target yang diprogramkan.

2. Menyatakan dukungan secara terbuka, tak ada gunanya keinginan perubahan yang hanya sebatas angan-angan belaka, perubahan yang ada dalam pikiran kita harus disampaikan secara terbuka, semua komponen sekolah hendaknya paham kemana sekolah itu akan dikembangkan. Guru dan staf sekolah akan bekerja secara maksimal apabila didukung oleh kepala sekolah secara terbuka, hal ini penting dilakukan kepala sekolah untuk memberikan support kepada bawahannya.

3. Membentuk tim kepemimpinan, guru dan staf adalah orang-orang yang melaksanakan sebagian besar pekerjaan yang telah kita rencanakan, begitupun inovasi-inovasi yang kita buat merekalah pelaksananya. Pembagian tugas dan wewenang kepada bawahan haruslah dipercayakan secara penuh, ketidakpercayaan kepala sekolah akan berdampak pada output sekolah itu sendiri. Tim harus dibangun kekompakannya agar target ataupun standar yang ditetapkan sekolah dapat tercapai secara maksimal.

4. Mendukung anggota tim, para anggota tim yang telah berpartisipasi besar dalam setiap aktifitas-aktifitas program sekolah sudah selayaknya harus kita berikan penghargaan yang tulus, di sela – sela aktivitas sekol;ah perlu seorang kepala sekolah mendatangi stafnya satu persatu untuk mengucapkan terima kasih atas dukungannya serta memberikan motivasi dan menunjukkan kepeduliannya pada setiap individu.

5. Membimbing proses – proses pembuatan keputusan, kepala sekolah yang efektif sangat paham tentang proses dan prosedur dalam pengambilan keputusan,setiap isu-isu pengembangan sekolah selalu diolah dengan bijak sehingga tidak mudah membuat keputusan-keputusan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

6. Mengambil peran kepemimpinan dalam pemecahan masalah, apabila kepala sekolah melihat dalam tim muncul masalah – masalah akibat konflik pribadi ataupun persoalan tehnis, maka harus berusaha segera menyelesaikannya. Kepala sekolah harus berperan sebagai mediator dan mengembalikan serta mengingatkan kembali akan visi yang dibangun oleh sekolah agar konflik pribadi tidak ditonjolkan.

7. Mendukung rapat-rapat tim, jika kepala sekolah adalah bagian dari tim, maka kehadirannya menjadi hal yang sangat penting, melewatkan satu kali rapat boleh akan tetapi janganlah menjadi sebuah kebiasaan. Jika kepala sekolah sering absen dalam rapat maka akan muncul persepsi negatif dari bawahan yaitu ‘penting untuk anggota tim hadir dalam rapat, tetapi tidak penting bagi kepala sekolah”.

8. Memberikan reward kepada guru dan tim, kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan penghargaan kepada bawahannya yang telah mencurahkan segala potensi yang dimilikinya untuk kemajuan sekolah. Sudah selayaknya mereka yang sudah bekerja dan berprestasi seperti ini diberikan reward yang layak. Seorang Direktur lembaga pendidikan Islam Al IZZAH Malang, Drs. Ali Imron M.Ag. dalam sebuah acara di Jawa Tengah mengatakan telah memberikan perhatian yang serius terhadap guru-gurunya yang telah berprestasi dengan memberikan penghargaan program Umroh untuk para guru. Hal ini patut diteladani bagi para operator pendidikan Islam yang lainnya, tentu tidak harus dengan umroh. Apapun bentuknya maka sudah selayaknya kita menghargai orang-orang sudah bersusah payah membesarkan sekolah kita

9. Menjadi yang terdepan, nabi Muhammad SAW adalah contoh pemimpin terdepan dalam setiap peperangan yang di ikuti, kewibawaan kepala sekolah akan dipertaruhkan. Seorang kepala sekolah yang pengecut tidak akan memiliki wibawa di hadapan para guru dan stafnya.

10. Memantau setiap aktivitas dan memberi feedback, tidak semua kebijakan yang telah diputuskan kepala sekolah sesuai dengan keinginan kepala sekolah, seorang bawahan perlu adanya kontrol untuk mengetahui pekerjaan yang dilakukan sudah sesuai atau belum sesuai dengan harapan dan prosedur yang telah ditetapkan sekolah. Hal inilah yang membuat kehadiran kepala sekolah menjadi penting untuk dapat memberikan feedback kepada guru dan stafnya.

11. Secara kontinyu meninjau laporan dan memberikan feedback, tidak sedikit kepala sekolah yang setiap bulannya mengintruksikan bawahannya untuk menyampaikan laporan, namun tidak banyak yang berusaha untuk menelaah laporan yang diberikan untuk memberikan feedback kepada bawahannya. data laporan setiap bulannya hanya menjadi penghuni file-file yang menunggu saatnya masuk di tong sampah.

12. Memastikan inovasi terus berlangsung, kadang kita sering terlena ketika sudah menikmati keberhasilan atau prestasi sekolah. Prosedur yang telah dibuat dan dijaga kelestariannya bertahun-tahun pelan-pelan pudar, standar operasional yang menjadi kunci keberhasilan seakan-akan sudah tidak perlu lagi setelah prestasi sekolah didapatkan. Disinilah peran kepala sekolah untuk mengawal dan memastikan bahwa inovasi masih terus berlanjut tanpa henti.

13. Berkomitmen meluangkan waktu, keberhasilan sekolah tidak bisa dicapai dalam waktu yang singkat, perlu adanya proses perbaikan secara terus-menerus. Semua komponen yang terlibat dalam pendidikan harus menyadari hal ini, bahwa pendidikan bukan untuk sesaat tapi untuk jangka panjang, apa yang dilakukan hari ini merupakan investasi untuk masa depan sekolah kita. Kehadiran kepala sekolah yang efektif dan kompeten sangat dibutuhkan guna menggerakkan roda lembaga pendidikan agar berjalan secara dinamis dan produktif, untuk menjadi pemimpin kepala sekolah yang efektif perlu banyak belajar dari para senior dan terus berlatih tanpa henti. Kita memang lemah tapi jangan sampai kelemahan kita menjadi penghalang untuk melakukan perubahan, jadikan kelemahan itu menjadi sumber inspirasi untuk banyak belajar dan bukan mengasingkan diri.*(Pendidik tinggal di Kudus)